Rabu, 13 Januari 2010

“MEMBINA HUBUNGAN DAN KESATUAN DENGAN HADIRIN”

TUGAS MAKALAH

 “MEMBINA HUBUNGAN DAN KESATUAN DENGAN HADIRIN”

 Dosen Pembina : Dra. Hj. Luluk Sri Agus Prasetyoningsih, M.Pd 

Disusun Oleh : Vika Khulla Mahbubah (209.07.1.0066) 
Afiful Fita Yati (209.07.1.0067)
Ismail (209.07.1.0064) 

UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DESEMBER 2009 

BAB I PENDAHULUAN 

1.1. Latar Belakang

Tidak semua hadirin menyambut presentasi kita dengan antusias, beberapa hadirin mungkin tidak tertarik, menyambut dengan dingin, atau bahkan berpikir negatif tentang kita. Mungkin anda pernah diundang ke sebuah forum presentasi dimana pesertanya sibuk bertelpon, sebagian keluar ruangan dengan alasan ada janji penting yang tidak bisa ditunda,sisanya sibuk mengobrol dengan rekan-rekannya. Kondisi tersebut tentunya dapat membuat jengkel seorang pembicara. Makalah ini menyebutkan beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk menghadapi berbagai tipe hadirin yang bermasalah. 


1.2. Masalah yang Dibahas Sebutkan tipe-tipe hadirin bermasalah ? Bagaimana cara menghadapi hadirin bermasalah ? Berikan tips-tips yang bisa di praktekkan saat menghadapi hadirin ?



1.3. Tujuan Masalah Dapat menyebutkan tipe-tipe hadirin bermasalah Mengetahui metode menghadapi hadirin bermasalah Dapat menyebutkan tips-tips yang bisa di praktekkan saat menghadapi hadirin 

 BAB II

 PEMBAHASAN 

2.1. Tipe-tipe Hadirin Bermasalah  

2.1.1. Hadirin yang “Dingin” Yaitu yang tidak responsif terhadap materi yang di sampaikan.
2.1.2. Hadirin yang Sibuk Sendiri Yaitu orang-orang sibuk yang perlu melakukan ini-itu saat presentasi berlangsung. 
2.1.3. Hadirin yang Menyudutkan Yaitu hadirin yang mencecar dengan banyak pertanyaan.
2.1.4. Hadirin dengan Pertanyaan Sulit Hadirin yang mengajukan pertanyaan dan pertanyaan tersebut sulit dijawab oleh pembicara.
2.1.5. Hadirin Sok Pintar Hadirin yang ketika diminta untuk bertanya, bukanya mengajukan pertanyaan, dia malah berceramah panjang lebar seakan-akan dia tahu segalanya.
2.1.6. Hadirin Sok Penting Hadirin yang tampak selalu sibuk, menelpon sana-sini dan ber”haha-hihi” dengan entah siapa di seberang sana. Dia juga merasa seolah-olah dibutuhkan oleh banyak orang.
2.2. Cara Menghadapi hadirin bermasalah

2.2.1. Menghadapi Hadirin yang “Dingin” Banyak faktor yang menyebabkan hadirin menyambut dingin. Bisa karena hadirin sedang marah atau jengkel, atau tidak tertarik dengan materi yang kita sampaikan. Bila hadirin menyambut dengan dingin karena jengkel atau bad mood, maka sebelum memberikan presentasi lakukan game, memutar musik, atau lemparkan jokes. Bila hadirin masih juga menyambut dengan dingin, maka cobalah dengan mengajak mereka keluar ruangan untuk mencairkan suasana hati hadirin.
2.2.2.Menghadapi Hadirin yang Sibuk Sendiri Faktor yang menyebabkan hadirin sibuk sendiri adalah mereka kurang tertarik dengan isi presentasi yang Anda bawakan, bisa pula karena mereka orang-orang sibuk yang perlu melakukan ini-itu saat presentasi berlangsung, hal ini bisa jadi dikarenakan volume suara Anda kurang terdengar. Untuk mengatasi hal ini lakukan tips berikut: Jika peserta berisik, tinggikan suara anda. Lakukan pause/jeda, tunggu sampai suara mereka reda. Lakukan instropeksi, apakah ada yang kurang tepat dengan materi yamg Anda berikan. Berikan suatu pertanyaan, Pertanyaan biasanya akan membuat atensi hadirin kembali pada anda. Hentikan materi, jika peserta berisik percuma anda terus memberikan materi.
2.1.3. Menghadapi Hadirin yang Menyudutkan Hadirin yang mencecar dengan banyak pertanyaan. Untuk menghadapi hadirin ini Anda harus tetap bersikap tenang dan tidak terpancing. Anda boleh menjawab pertanyaan selama itu berhubungan dengan topik. Tapi bila sudah menyimpang lakukan strategi sebagai berikut: Tataplah jam kemudian berdiri sambil menatap hadirin itu seraya tersenyum (senyum penuh maklum seperti yang diberikan oleh orang tua yang sedang menghadapi anaknya yang nakal). Kemudian katakan,”Saya sangat menghargai pertanyaan-pertanyaan yang Anda sampaikan pada saya. Seandainya saya punya banyak waktu disini, pasti akan dengan senang hati saya berdiskusi dengan Anda. Tapi karena waktu kita terbatas dan masih banyak materi yang akan saya sampaikan, mohon Anda bersabar untuk menunda pertanyaan tersebut. Nanti setelah presentasi selesai, saya akan luangkan waktu khusus buat Anda.      
2.1.4. Menghadapi Hadirin dengan Pertanyaan Sulit Hadirin dengan pertanyaan yang sulit dijawab oleh pembicara, karena pembicara bukanlah orang yang tahu segalanya maka wajar jika suatu saat pembicara mengalami keadaan tersebut. Bila suatu waktu anda mengalami hal ini hanya ada satu pesan: JANGAN SEKALI-KALI MENJAWAB SUATU PERTANYAAN YANG ANDA SENDIRI TIDAK TAHU PASTI JAWABANNYA. Lebih baik mengatakan anda tidak tahu daripada memaksa menjawab yang pada akhirnya hadirin tahu bahwa jawaban anda tersebut salah. Oleh sebab itu, bila suatu waktu anda mendapatkan pertanyaan yang sulit dari hadirin, lemparkan kembali pertanyaan tersebut kepada hadirin.” Pak X, saya mohon maaf bahwa saya terus terang tidak punya pengetahuan yang memadai untuk menjawab pertanyaan bapak. Munkin ada di antara hadirin yang hadir bisa membantu saya menjawab pertanyaan dari pak X tadi ?”. Dengan melempar pertanyaan kembali ke hadirin, ada banyak keuntungan yang Anda dapatkan. Pertama, perhatian hadirin jadi teralihkan dari yang tadinya menunggu Anda untuk menjawab jadi menunggu teman-temannya untuk menjawab. Kedua, hadirin merasa senang karena merasa dilibatkan untuk ikut memikirkan suatu masalah.Dan yang ketiga, Anda jadi punya waktu untuk istirahat sejenak menunggu hadirin menjawab pertanyaan tersebut. Bagaimana bila ternyata setelah menunggu sekian lama tidak ada hadirin yang bisa menjawab? Maka tundalah jawabannya dengan menggatakan kalimat ampuh:” Baiklah bapak-ibu, karena tidak ada dari kita yang bisa menjawab pertanyaan tersebut maka pertanyaan tadi saya jadikan sebagai PR bagi kita semua. Jadi setelah presentasi ini selesai, silahkan bapak-ibu mencoba mencari jawabannya dan bila sudah ketemu tolong hubungi saya. Saya pun akan berusaha mencari jawabannya. Nah bagaimana kalau kita melanjutkan materi kita hari ini?” Kalimat di atas sangat baik untuk mengakhiri suatu pertanyaan. Dengan langsung menawarkan pada peserta untuk melanjutkan materi, dengan sendirinya pertanyaan tadi terlupakan,dan Anda pun bisa melanjutkan presentasi tanpa hambatan.
2.1.5. Menghadapi Hadirin Sok Pintar. Dalam forum biasanya ada saja hadirin yang sok pintar. Biasanya ini muncul saat sesi tanya jawab. Ketika hadirin diminta untuk bertanya, bukanya mengajukan pertanyaan, dia malah berceramah panjang lebar seakan-akan dia tahu segalanya. Ada tiga hal yang biasanya mendorong orang untuk bicara’’sok tau’’. Pertama karena dia merasa lebih pintar dari pembicara, kedua dia ingin membuktikan pada peserta lain bahwa dia memiliki wawasan yang luas dan ketiga dia sedang mencari perhatian. Apapun alasannya, hadirin sok pintar ini biasanya cukup menyulitkan karena menyita waktu terlalu banyak untuk berceramah. Dia lupa bahwa kapasitasnya di forum tersebut adalah sebagai hadirin bukan sebagai pembicara. Bila menghadapi hal ini, tidak usah terlalu pusing. Biarkan saja dia bicara sepuasnya. Setelah itu anda cukup menjawab dengan singkat:”Baiklah terima kasih banyak atas informasi yang anda berikan. Saya harap ini bisa menambah wawasan kita tentang materi hari ini! Mungkin ada peserta lain yang ingin bertanya?”. Hindarilah mencoba menanggapi atau beradu argumen. Bila anda mencoba beradu argumen atau meluruskan apa yang dikatakan si hadirin sok pintar tadi, akan terjadi perdebatan panjang karena hadirin “sok pintar” tentu saja tidak mau di anggap kalah oleh hadirin yang lain. Jadi, lakukan trik ampuh saya yaitu senyum bijak(senyum penuh maklum seperti orang tua yang sedang mendengar protes anaknya). Tapi anda harus hati-hati jangan sampai senyum bijak anda berubah menjadi senyum sinis,kanena itu akan membuat semua hadirin malah pro ke si audiens ”sok pintar” tadi. Caranya? Kendalikan emosi anda. Anggap saja anda sedang menghadapi sekelompok anak-anak rewel yang meminta sesuatu. Kalau anda tanggapi, akan terjadi kericuhan. Jadi biarkan saja dan lanjutkan materi anda.
2.1.6. Menghadapi Hadirin Sok Penting. Biasanya hadirin seperti ini tampak sok sibuk, menelpon sana-sini dan ber”haha-hihi” dengan entah siapa di seberang sana. Selain tipe sok sibuk juga ada tipe “cool”. Tipe ini biasanya langsung duduk, mengeluarkan handphone dan langsung tengelam dengan sms. Cara menangani hadirin seperti ini ialah dengan cara mengabaikannya, atau Anda bisa bersikap tegas. Tergantung situasi dan kondisi yang ada. Bila Anda ingin semua hadirin fokus pada materi yang Anda bawakan, maka sebaiknya Anda bersikap tegas. “ Bapak-ibu, saya mohon memperhatikan sungguh-sungguh materi yang akan saya bawakan. Bila Anda masih mempunyai keperluan lain, saya beri waktu 10 menit untuk menyelesaikannya di luar ruangan, nanti setelah selesai silahkan masuk kembali untuk mengikuti materi”. Dan yang terpenting emosi anda tidak boleh terpengaruh. 

2.3. Tips Menghadapi Hadirin Sadari apa yang dipikirkan dan dirasakan hadirin anda
  • · Mereka ingin Anda sukses dalam membawakan presentasi Anda sehingga mereka juga mendapatkan manfaatnya. 
  • Anda punya sesuatu yang diinginkan mereka baik itu pengetahuan, pengalaman, tips, dll. 
  • Mereka tidak tahu apa yang Anda rasakan, termasuk kecemasan Anda. 
  • Perlakukan hadirin sebagai sahabat, orang-orang yang membuat Anda nyaman. 
  • Visualisasikan bagaimana Anda dapat suksus membawakan presentasi. Lakukan dialog internal. Prosesvisualisasi ini akan menambah energi positif dalam presentasi Anda nantinya. Dialog internal dapat digunakan sebagai suatu gladi resik atau berlatih dalam pikiran Anda. Kendalikan nervous Anda. 
  • Hindari bahasa tubuh yang mengekspresikan kegelisahan. 
  • Kelola jarak Anda dengan hadirin. · Kontrol suara Anda · Tarik napas dalam-dalam dan bernapas secara teratur untuk mengurangi ketegangan. Lakukan perenggangan. Head rolls, untuk mengendurkan otot-otot leher dengan menolehkan kepala ke kiri-kanan secara perlahan dan kemudian putar searah jarum jam. Arm lifts, rentangkan kedua tangan Anda sejauh-jauhnya kesisi kanan kemudian ke kiri untuk membuat anggota gerak Anda terasa lebih rileks. Jaw breakers, buka mulut selebar-lebarnya, gerak-gerakkan rahang Anda untuk membuatnya terasa lebih rileks. Ekstra perhatian pada bagian pembukaan Anda. Practice! Latihlah secara lantang presentasi Anda. Simulasikan kondisi yang sebenarnya. Coba berlatih dengan pengalokasian waktu yang sebenarnya.

    BAB III 
    PENUTUP 
    Menangani hadirin yang dingin yaitu dengan cara; pertama kita harus bertanya kepada peserta apa yang menyebabkan mereka kurang antusias mengikuti jalannya presentasi, kedua sebelum melakukan presntasi, lakukan game yang meriah atau lemparkan jokes yang lucu. Menghadapi hadirin yang sibuk sendiri yaitu dengan cara; pertama tinggikan suara Anda, kedua lakukan pause/jeda, ketiga instropeksi, keempat berikan suatu pertanyaan, kelima hentikan materi. Menangani hadirin sibuk sendiri yaitu dengan cara; tetap bersikap tenang dan tidak mudah terpancing. Menghadapi hadirin dengan pertanyaan sulit yaitu dengan cara; tidak memaksa menjawab pertanyaan yang sebenarnya tidak tahu jawabannya. Menghadapi hadirin sok pinter dengan cara; hindari mencoba menanggapi atau beradu argumen dengan hadirin. Menangani hadirin sok penting dengan cara; abaikan atau bersikaplah tegas terhadap hadirin yang sok penting tersebut. Tips-tips yang bisa Anda praktekkan saat menghadapi hadirin; · Sadari apa yang dipikirkan Anda dan dirasakan hadirin Anda · Visualisasikan bagaimana Anda dapat sukses membawa presentasi · Lakukan dialog internal · Kendalikan nervaus Anda · Lakukan peregangan atau stretching · Ekstra perhatian pada bagian pembukaan Anda · Practice! Practice! Practice! DAFTAR RUJUKAN Sriewijono, Alexander, dkk. 2009. Talk Inc. Points. Kekuatan Mental, Ketepatan Kata, dan Totalitas Bahasa Tubuh untuk Menjadi Pembicara Profesional. Jakarta: Gramedia.

Tidak ada komentar: